BAHAN BAKAR MINYAK DARI SAMPAH

Kota Solo sebagai kota budaya dan pariwisata ternyata juga sebagai kota penemu teknologi tepat guna sederhana yaitu mesin pengolah limbah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk keperluan rumah tangga. Di tangan Pak Petrus inilah sampah rumah tangga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk keperluan rumah tangga. Bahan bakar yang disebut minyak sampah ini dibuat dari sampah organik dengan proses fermentasi dan penyulingan.

Mari sehat dengan kundalini reiki ajak Anda berkunjung ke Kampung Danukusuman Kecamatan Serengan Solo. Kamis pagi minggu lalu Pak Petrus bersama sejumlah tetangga sedang berkarya mengubah sampah yang dianggap barang tidak berguna dan sering menimbulkan masalah lingkungan hidup karena begitu kotor dan kumuh, menjadi bahan baku yang bermanfaat untuk memasak. Salah satu bahan baku untuk membuat menjadi berguna adalah sampah rumah tangga yang berasal dari sampah organik dan non organik.

Awalnya sampah ini dipilah-pilah antara organik dan non organik. Sampah organik sebagaimana kita ketahui bersama adalah sampah hasil pembuangan sampah rumah tangga, pasar, warung atau restauran dan perkebunan berupa sisa sayur, buah busuk karena gagal panen atau nasi basi karena tidak laku terjual dan oleh pemilik warung lalu sisa dagangan ini dibuang ke tong sampah. Daripada barang habis pakai dan dianggap tidak berguna maka sampah ini ternyata masih mempunyai nilai plus bila diolah dengan benar.

Sampah organik hasil limbah rumah tangga.

Selain menimbulkan bau tidak sedap dan menimbulkan penyakit maka sampah organik ini dikumpulkan oleh pemulung lalu ditimbun menjadi satu dalam tong penyimpanan sementara. Setelah sampah organik ini terkumpul selanjutnya dihancurkan dengan cara digiling. Sampah yang telah lumat halus itu lalu diperas. Cara pemerasan menggunakan alat khusus. Hasil dari pemerasan bubur sampah berupa air berwarna kuning cerah.

Selanjutnya air perasan sampah organik ini digunakan sebagai bahan pembuatan minyak sampah, sementara ampas sampah perasaan dimanfaatkan untuk makanan ternak. Pembuatan minyak sampah lalu dilanjutkan ke segmen fermentasi dari hasil air perasan  sari sampah. Dengan mencampurkan bahan-bahan seperti ragi dan urea ke dalam sari sampah tersebut, selanjutnya didiamkan selama 1 minggu.

Memilah sampah menjadi sampah organik dan non organik di tempat penampungan sampah sementara sebelum dibawa ke Kampung Danukusuman Solo.

Waktu 1 minggu berlalu barulah dilakukan penyulingan dengan menggunakan tabung khusus yang sudah dipersiapkan. Air hasil penyulingan inilah yang disebut dengan minyak sampah. Begitu minyak sampah hasil penyulingan terkumpul dalam ember plastik barulah dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak dengan kompor layaknya menggunakan bahan bakar minyak tanah.

Source: http://vtrediting.wordpress.com/2010/07/05/bakar-banyak-minyak-dari-sampah/

This entry was posted in Sampah dan Energi Alternatif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s